KLAKSON SEBAGAI ALARM

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah
Kendaraan sepeda motor merupakan kendaraan yang umum digunakan pada semua kalangan masyarakat Indonesia selain harganya yang terjangaku dan bisa dikredit tentunya, menjadikan kendara yang paling top ketimbang mobil. Memang mobil memakainya lebih nyaman apa lagi bawa teman dan hujan lagi tetapi ongkos perawatan dan pembelian bensinnya sangat tinggi di bandingkan sepeda motor, khususnya di Indonesia pembelian kendaraan sepeda motor lebih tinggi ketimbang mobil apa lagi sekarang harga BBM naik yang membuat sepeda motor menjadi seseuatu yang lebih di gemari ketimbang mobil.
Pengguna sepeda motor sangatlah banyak hal ini disebabkan oleh beberapa hal selain irit pemakaian bahan bakar sepeda motor juga sangat mudah dirawat, jarak tempuh yang jauh dari tempat tinggal dengan kondisi jalanan yang sering macet bisa ditempuh dengan waktu yang relatip singkat dan tepat waktu selain itu memarkir motor lebih mudah dan tempatnya lebih luas ketimbang parkit mobil yang sempit

2. Permasalahan
Ngomong-ngomong soal parkir, tempat parkir sepeda motor dimanapun saat ini masih menjadikan rasa kawatir bagi pemilik sepeda motor, karena masih banyak tindak kejahatan dan pencurian sepeda motor. Sehingga diperlukan cara bagaimana mengamankan sepeda motor kita.

3. Tujuan Penulisan
Memberikan alternatip pengaman sepeda motor dengan pemanfaatan semaksimal mungkin komponen yang ada pada sepeda motor itu sendiri yaitu klakson yang setiap sepeda motor pasti ada dengan kreatifitas kita tambah komponen saklar On-Off yang biayanya sangat murah, pemasangan sangat mudah dan hasil yang memuaskan

PEMBAHASAN

1. Sepada Motor

Sepeda motor yang kita kendaraan sesungguhnya terdiri dari beberapa bagian yang telah dirakit menjadi satukesatuan yang jika diurai perbagain terdiri dari :
a. motor
b. pemindah daya
c. kelistrikan
a. Motor : bagian ini adalah yang menghasilkan tenaga dari hasil pembakaran gas di dalam ruang bakar, oleh karena adanya pembakaran gas tersebut maka timbullah panas. Dan panas ini mengakibatkan gas yang telah terbakar mengembang/expansi, karena pembakaran dan pengembangan gas ini terjadi didalam ruang bakar yang sempit dan tertutup (tidak bocor) dimana bagian atas dan samping kiri kanan dari ruang bakar adalah statis/tidak bisa bergerak, sedangkan yang dinamis/ yang bisa bergerak hanyalah bagian bawah, yakni piston, sehingga dengan sendirinya piston akan terdorong ke bawah dengan kuatnya oleh gas yang terbakar dan mengembang tadi. Pada saat piston terdorong kebawah ini, membawa tenaga yang sangat dasyat. Dan tenaga inilah yang dimaksud dengan tenaga motor.
b. Pemindah daya : terdiri dari kopling suatu alat/peasawat yang gunanya untuk memutus dan menghubungkan putaran dari kruk as ke versneling. Versneling suatu alat/pesawat yang terdiri dari susunan gigi-gigi dan as-as yang gunanya untuk memutus dan menghubungkan putaran dari kopling ke rantai roda belakang, juga untuk mengatur kecepatan dan tenaga motor.
c. Kelistrikan : kelistrikan pada sepeda motor dinagi menjadi 3 (tiga) fungsi terdiri 1) kelistrikan untuk pengapian yaitu berupa loncatan bunga api pada busi saat dibutuhkan pembakaran gas diruang bakar. 2) kelistrikan untuk penerangan yaitu nyalanya lampu depan dan lampu belakang terutama saat malam hari. 3) kelistrikan untuk peringatan yaitu lampu sein atau lampu reting dipergunakan sebagai isyarat jika pengendara sepeda motor akan belok kiri atau belok kanan, lampu rem sebagai tanda jika pengendara akan mengurangi kecepatan atau berhenti. Klakson sebagai isyarat jika pengendara sepeda motor akan mendahului atau memberi peringatan ke pemakai jalan lainnya, klakson pada sepeda motor inilah yang selanjutnya kita manfaatkan sebagai alarm.

2. PEMANFAATAN KLAKSON SEBAGAI ALARM.
Pemanfaatan klakson sebagai alarm pada dasarnya instalasi klakson yang ada ditambah dengan saklar On Off berkaki enam.
2.1. Klakson.
Instalasi atau rangkain kelistrikan klakson pada semua sepada motor prinsipnya sama yaitu membutuhkan sumber listrik dalam hal ini battery/accu sebagai sumber listriknya.

gambar-klakson1. Accu                      4. Tombol Klakson          7. Elektromagnit
2. Sekreng                 5. Resistan                         8. Plat Pemutus
3. Kunci Kontak      6. Platina                             9. Diafragma
d. Jarak Pergerakan Plat

Gb. Instalasi Klakson dan konstruksinya

Cara kerja klakson kunci kontak ON tombol klakson ditekan.
Maka arus dari batery (1) melalui sekreng (2) menuju kunci kontak (3) tombol klakson (4) masuk ke kumparan electromagnit (7) sehingga inti menjadi magnit dan menarik plat pemutus (8) yang konstruktip menekan platina (6).
Saat platina terbuka maka arus listrik dapat tetap mengalir melalui resistor (5) sehingga tidak terjadi bunga api di platina, demikian juga arus yang melalui kumparan menajadi berkurang, sehingga kemagnitannya lemah dan tidak cukup kuat menarik plat pemutus.
Plat kembali ke posisi asal sehingga platina tertutup kembali dan arus listrik (siklus) terulang kembali selama tombol klakson ditekan.
Selama plat pemutus bergerak keatas dan kebawah, secara konstruktip menggerakkan pula diafragma (9) yang selanjutnya akan menimbulkan suara. Nada suara diafragma ini tergantung dari kecepatan gerak plat pemutus dan dapat diatur melalui penyetel jarak ”d”.
2.2. Saklar On Off
Saklar On Off banyak dijumpai dipasaran dengan harga yang relatip murah dengan berbagai macam type diantaranya saklar On Off berkaki enam, dan yang kita butuhkan hanya empat kaki/ empat terminal saja sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini.

dsc002562

saklar-gambar2Gb. Saklar On – Off

Pada saat posisi saklar On terminal (1) berhubungan dengan terminal (2), sedang terminal (2) tidak berhubungan dengan terminal (3). Terminal (4) tidak berhubungan dengan terminal (5), sedang terminal (5) berhubungan dengan terminal 6.
Pada saat posisi saklar Off terminal (1) tidak berhubungan dengan terminal (2), sedang terminal (2) berhubungan dengan terminal (3). Terminal (4) berhubungan dengan terminal (5), sedang terminal (5) tidak berhubungan dengan terminal 6.

2.3. Rangkaian Alarm
Instalsi klakson yang ada pada sepeda motor ditambah dengan saklar On-Off yang memiliki 6 kaki/terminal, tetapi yang digunakan hanya empat kaki/terminal yaitu kaki/terminal 1, 2, 4, dan 5. Saklar ini kita letakkan pada tempat yang aman dan tersembunyi biasa dibawah jok/tempat duduk. Rangkaian alarm seperti terlihat pada gambar dibawah.

klakson-dan-saklar

Gb. Instalasi klakson ditambah saklar On-Off

Cara Kerja Kunci Kontak On Saklar Posisi Off
Saat kunci kontak On sedang saklar posisi Off maka sepeda motor akan bekerja sebagaimana normalnya sebelum ditambah saklar On-Off artinya sepeda motor bisa dihidupkan, klakson berfungsi sebagaimana mestinya.

saklar-posisi-off

Gb. Kunci Kontak On Saklar Posisi Off

Cara Kerja Kunci Kontak On Saklar Posisi On
Setelah segala aktivitas menggunakan sepeda motor selesai maka sepeda motor dimatikan dengan merubah posisi kunci kontak ke Off dan sepeda motor diparkir pada tempat parker dengan terlebih dahuluh merubah posisi saklar ke posisi On.

saklar-posisi-on

Gb. Kunci Kontak On Saklar Posisi On
Jika sepeda motor digunakan lagi maka kunci kontak diposisikan On, begitu kunci kontak posisi On klakson akan langsung berbunyi terus dan mesin tidak dapat dihidupkan . Saat inilah pemanfaatan klakson sebagai alarm terpenuhi.
Supaya klakson bisa mati maka saklar posisinya harus kita pindah dari posisi On ke posisi Off, maka sepeda motor akan bekerja sebagaimana normalnya artinya sepeda motor bisa dihidupkan, klakson berfungsi sebagaimana mestinya.PENUTUP

A. Kesimpulan
– Dengan biaya yang sangat murah dan mudah dikerjakan kita bisa mengurangi rasa kawatir saat memarkir sepeda motor.
– Ini hanya sekedar alternatip tentunya kesempatan adalah salah satu terjadinya tindak pencurian.

B. Saran
– Kerahasiaan rangkaian pengaman ini merupakan jaminan kemanan
– Pengaman ini bisa dikembangkan lebih lanjut dan nantikan tulisan kami berikutnya.

dsc00058 Subakti, ST.
Instruktur Otomotifdsc00059

DAFTAR PUSTAKA

– PT ASTRA INTERNATIONAL Honda Sales Operation TEORI DASAR MOTOR BAKAR.
– EMANUEL TEISERAN 1999. Liberty Yogyakarta TEKNIK MOTOR
– Pemerintah Propinsi Jawa Timur Dinas Tenaga Kerja Tahun 2007 Buku 6.8 Pedoman Penulisan Makalah Penelitian dan Makalah Konseptual.

Tag:

3 Tanggapan to “KLAKSON SEBAGAI ALARM”

  1. adi libra Says:

    pak boleh juga artikel ya… thnk ntr tak coba,gmn hasilya?

  2. nabil Says:

    mantab bah…
    makasi ya pak..

  3. agung Says:

    Mas mau tanya :
    1. Bagaimana cara mengurutkan nomor terminal/kaki pada saklar on off?
    2. Dalam penyambungan kabel on off dengan kabel klakson, apakah kabel klakson dipotong lalu disambung dengan kabel on off atau tidak usah dipotong?
    3. Untuk terminal/kaki on off nomor 5, disambungkan ke mana?
    4. Untuk terminal/kaki on off nomor 6 disambungkan ke B/W CDI, apakah itu B/W CDI (singkatan dan penjelasan)?
    Maaf mas kebanyakan, sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas jawabannya. Tolong jawabannya dikirim ke alamat email saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: