KONTAKTOR MAGNIT/RELAY SEBAGAI PENGAMAN SEPEDA MOTOR

PENDAHULUAN

1. Latar belakang.
Sepeda motor merupahkan sarana transportasi lincah dan praktis dalam hal pemanfaatan waktu dengan biaya transport yang lebih efisien, serta harganya (relatif) terjangkau oleh masyarakat. Dengan semakin meningkatnya mobilitas masyarakat maka sepeda motor sudah menjadi kebutuhan sekunder bahkan ada sebagaian masyarakat yang sudah menjadikan sepeda motor sebagai kebutuhan primer.

Oleh karenanya, untuk perjalanan didalam kota dengan jarak tempuh yang tidak begitu jauh, orang lebih cenderung memilih mengendarai sepeda motor dari pada mobil, karena mereka menilai bahwa dengan mengendarai sepeda motor akan jauh lebih lincah. Apalagi didalam perjalanan yang sering menemui kemacetan lalu lintas sehingga mereka bisa tiba ditempat tujuan tepat pada waktunya.
Mengikuti angka angka statistik penjualan dari berbagai merk sepeda motor, maka setiap tahun mengalami peningkatan. Peningkatan penjualan sepeda motor ini diikuti pula oleh meningkatnya angka angka statistik pencurian sepeda motor (curanmor) diberbagai wilayah kerja Kepolisian baik di kota besar maupun kecil.
Berbagai cara dan upaya telah banyak dilakukan oleh pemilik sepeda motor untuk mengamankannya, hasilnya sampai saat ini para pemilik sepeda motor masih merasa kawatir memarkir sepeda motornya tanpa pengawasan dalam waktu yang lama. Bahkan tidak jarang sepeda motor yang diparkir untuk keperluan yang relatif singkat, namun dengan mudah dan cepat para pencuri bisa menguasai dan memiliki walau itu bukan miliknya.
Sedang alat pengaman yang banyak digunakan adalah alat pengaman yang tidak praktis, sehingga memerlukan tempat tersendiri untuk menyimpannya dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemakaiannya, karena kondisi ini para pemilik sepeda motor enggan menggunakannya yang mengakibatkan hilangnya sepeda motor saat diparkir walau hanya sesaaat.
2. Maksud dan Tujuan.
Karena pengaman pada sepeda motor yang digunakan saat ini sudah diketahui dan dikuasai oleh para pencuri, maka makalah ini dengan maksud untuk memberi alternatif dari cara pengaman sepeda motor yang sangat murah, sederhana dan praktis dengan tujuan nantinya setiap sepeda motor dipasang alat pengaman ini.
Sehingga pemilik sepeda motor tidak merasa khawatir memarkir sepeda motornya dalam waktu yang lama walau tanpa pengawasan. Tujuan yang lebih luas yaitu meringankan tugas Aparat Kepolisian karena berkurangnya laporan kehilangan sepeda motor.

3. Sasaran.
Pengaman ini ditujukan untuk sepeda motor yang menggunakan sistem pengapian Capasitive Discharge Ignition (CDI), sepeda motor jenis ini yang paling banyak menjadi sasaran pencurian sepeda motor (curanmor) karena dengan sedikit merusak kunci kontak atau memotong kabel yang menuju kunci kontak, maka sepeda motor sudah dapat dihidupkan yang selanjutnya terserah pencuri mau dikemanakan.
4. Ruang Lingkup.
Pembahasan dalam makalah ini terbatas pada penambahan kontaktor magnit (relay) pada sistem pengapian Capasitive Discharge Ignition (CDI) yang berfungsi sebagai pengaman. Kontaktor magnit (relay) yang digunakan adalah kontaktor magnit (relay) 12 volt 8 (delapan) kaki dan 4 (empat) kaki. Sifat dari pengaman ini hanya sebagai pencegah dari tindak curanmor, dan masih bisa dikembangkan lagi.

PEMBAHASAN

Berbeda dengan pengaman yang umum dipakai yang ditambah saklar On-Off, jika akan menghidupkan mesin/start terlebih dahulu harus merubah posisi saklar tersebut, jadi mesin tidak akan bisa hidup jika posisi saklar belum dirubah pada posisi Off walaupun kunci kontak sudah pada posisi On/Ignition.
Menyiasati kebiasaan pengaman yang umum dipakai, pengaman yang kami kenalkan ini jika kunci kontak pada posisi On/Ignition maka mesin dapat dihidupkan, akan tetapi mesin mati jika pedal versnelleng dirubah dari posisi netral ( 0 ) keposisi masuk 1 (satu), demikian seterusnya. Mesin bisa hidup jika posisi versnelleng netral ( 0 )
Dengan menekan tombol klakson/horn sesudah kunci kontak posisi On/Ignition atau menekan tombol klakson/horn setelah mesin hidup dan jika akan memindah versnelleng, maka mesin akan tetap hidup normal seperti biasanya.
Rangkaian pengaman ini menggunakan 2 (dua) buah kontaktor magnit yang dirangkai dan dihubungkan pada rangakaian penyalaan Capasitive Discharge Ignition (CDI) maka jadilah rangkaian pengaman yang praktis dan unik.
Adapun kontaktor magnit (relay), rangkaian pengaman dan cara kerjanya adalah sebagai berikut :
Kontaktor Magnit :
Kontaktor magnit hakekatnya adalah saklar untuk menggerakkan/ mengubah kedudukan kontak-kontak penghubung/pemutus berdasarkan magnit dengan memanfaatkan aliran listrik dari sumber yang tersedia.
Kontaktor magnit dikenal dengan dua macam kontak (penghubung/ pemutus) yaitu :
1. Kontak NO (Normally Open), dalam keadaan tidak bekerja membuka, dan dalam keadaan bekerja menutup (menghubungkan dua titik terminal)
2. Kontak NC (Normally Cloose), berlawanan dengan NO yaitu dalam keadaan tidak bekerja menutup (menghubungkan dua titik terminal), dan dalam keadaan bekerja membuka.
Bekerjanya kontak NO dan atau NC dipengaruhi oleh kumparan elektromagnit (coil) yang menjadi penggeraknya, dimana kumparan elektromagnit ini ditentukan ketetapan tegangannya. Sebagai contoh ketetapan tegangan 12 Volt, ini berarti bahwa kontaktor magnit akan bekerja apabila ujung ujung kumparan elektromagnitnya dihubungkan ke sumber tegangan 12 Volt
kontaktor
Kontak kontak pada kontaktor magnit akan segera berubah keadaannya dari posisi membuka ke posisi menutup (untuk NO) atau dari posisi menutup ke posisi membuka (untuk NC), begitu kumparan elektromagnit dihubungkan ke sumber listrik dengan tegangan tertentu seperti yang tercantum pada kumparan elektromagnit tersebut.

Rangkaian Pengaman.
Dua buah kontaktor magnit dirangkai pada system pengapian karena system pengapian dipergunakan sebagai pengendali terjadi atau tidaknya pembakaran didalam selinder, dengan kata lain kunci kontak berfungsi sebagai pemutus dan penghubung aliran listrik guna pembakaran didalam selinder.
astreagrandGambar Letak CDI
cdigrandGambar Diagram Sistem Pengapian

Unit Capasitive Discharge Ignition (CDI) seperti terlihat pada gambar diatas memeliki lima terminal yaitu terminal kabel warna hitam strip kuning (B/Y) berhubungan dengan coil pengapian, terminal kabel warna hitam strip pituh (B/W) berhubungan dengan kunci kontak, terminal kabel warna hitam strip merah (B/R) berhubungan dengan alternator (spul), terminal kabel warna biru strip kuning (L/Y) berhubungan dengan pembangkit pulsa (pulser) dan terminal kabel warna hijau strip putih (G/W) berhubungan dengan massa/Ground. Dengan mengalihkan kabel G/W capasitive discharge ignition (CDI) yang menuju massa/ground dan kemudian menghubungkan kabel G/W ini dengan salah satu terminal pada kontaktor magnit maka selanjutnya massa/ground ditentukan oleh kontaktaor magnit.
kontaktor1Gambar Instalasi Pengaman Tombol Klakson Belum Ditekan

Cara Kerja Rangkaian
Mesin hidup tombol klakson belum ditekan :
Massa/ground CDI (terminal G/W) , A6, A8, switch neutral, massa/ground. Jadi pada saat ini massa/ground CDI berada pada switch neutral sehingga mesin tetap bisa hidup.
Jika versnelleng tidak pada posisi neutral atau sengaja versnelleng dirubah dari posisi neutral (0) ke posisi masuk 1 (satu), maka CDI tidak mendapatkan massa/ground sehingga system pengapian tidak menghasilkan pengapian guna pembakaran bahan baker di dalam selinder yang tentunya mesin akan mati.
kontaktor2Gambar Instalasi Pengaman Tombol Klakson Sudah Ditekan

Dengan demikian massa/ground dari CDI yang tadinya pada switch neutral sekarang beralih pada body/massa kendaraan, walaupun versnelleng dirubah posisinya/dimasukkan maka CDI tetap mendapatkan massa/ground. Sehingga mesin tetap bias hidup.

PENUTUP

A. Kesimpulan
- Supaya mesin tetap hidup maka klakson harus dibunyikan dengan menekan tombol klakson terlebih dahulu
- Dengan biaya yang sangat murah dan mudah dikerjakan kita bisa mengurangi rasa kawatir saat memarkir sepeda motor.
- Ini hanya sekedar alternatip tentunya kesempatan adalah salah satu terjadinya tindak pencurian.

B. Saran
- Sebaiknya klakson dibunyikan lebih dulu sebelum menghidupkan mesin.
- Kerahasiaan rangkaian pengaman ini merupakan jaminan kemanan
- Pengaman ini bisa dikembangkan lebih lanjut dan nantikan tulisan kami berikutnya.

Subakti, ST
Instruktur Otomotif

DAFTAR PUSTAKA

- Buku Informasi Pelatihan Berbasis Kompetensi BSDC-0103, Mengidentifikasi Komponen dan Peralatan Elektronika, Ditjen Pelatihan dan Produktivitas Depnakertrans R.I. 2005
- PT ASTRA INTERNATIONAL Honda Sales Operation TEORI DASAR MOTOR BAKAR.
- Pemerintah Propinsi Jawa Timur Dinas Tenaga Kerja Tahun 2007 Buku 6.8 Pedoman Penulisan Makalah Penelitian dan Makalah Konseptual.

29 Tanggapan to “KONTAKTOR MAGNIT/RELAY SEBAGAI PENGAMAN SEPEDA MOTOR”

  1. darman Says:

    Now the stealer more smart of the owner

  2. Maz Hari Says:

    Tolong dunk di jelaskan untuk pemasangan ke CDI kawasaki .. motor saya kawasaki blitz kok saya buka kabel CDInya cman ada 4 kabel.

    Kabel yang mana nich yang harus diputus (ground) ?
    Switch netral itu apakah sama dengan indikator netral yang biasanya nyala warna hijau ?

    mohon penjelasannya..

    Terima kasih

    • blki mojokerto Says:

      CDI blitz termasuk type DC artinya sumber listrik dr accu. kabel ground berwarna hitam strip kuning, benar swict netral yang nyala lampu hijau, biasanya swict terletak dekat tuas versnelleng. trims smg bermanfaat

  3. miko Says:

    saya sangat tertarik dengan alat ini mohon penjelasan komponen dan cara merangkainya
    saya awam sekali masalah elektronika

    terimakasih banyak

  4. hasan/25 Says:

    salam, trimakasih rangkaian alarmnya. untuk slanjutnya, tolong kmbangin dong menjadi alarm ber-remote pake radio 2arah..

  5. boy Says:

    mas, saya mw bqin TA dgn jdl ” gantungan kunci pengaman motor” .
    mungkin g y mas ?

  6. miftakhuddin Says:

    terima kasih telah mempublikasikan ide-ide atau gagasan dengan sederhana yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. terlebih bagi kalangan muda yang ingin mendapatkan referensi tentang beragam jenis pengaman kendaraan yang kita jumpai sehari-hari.

  7. amdani Says:

    Terima kasih untuk skema yang simpel dan bermanfaat besar ini.
    Kalau melihat fungsi kontaktor (relay) 1 hanya sebagai trigger relay 2, saya bertanya; apakah relay 1 ini bisa digantikan oleh sebuah dioda rectifier yang meneruskan arus + dari tombol klakson (B2) menuju (B3 atau A2nya relay 2)? Sepertinya bisa dan ini akan bisa menghemat biaya, karena harga dioda lebih murah dibandingkan harga relay.

    Terima kasih & salam,
    amdani

  8. fajar Says:

    MAKASIH BRO ATAS ILMU NYA
    SALAM KENAL BY FAJAR

  9. nardi Says:

    kalau melihat rangkaiannya, setelah tombol klakson ditekan memang CDI sudah mendapatkan massa, tapi setelah dilepas kembali, tentu akan lepas juga kontaktornya dgn massa.

    Atau saya yang salah mengerti tentang kontaktor dan relay??? Apakah kontaktor dan relay tdk akan kembali ke posisi semula jika tombol klakson dilepas???

  10. nardi Says:

    Setelah saya amati kembali, ternyata benar. Relay mengaktifkan kontaktor, dengan menghubungkan antara B3 dgn A2, berikutnya coil kontaktor akan dipertahankan kemagnetannya dengan menyambungnya A5 dgn A3 yang selanjutnya akan menggantikan posisi B3 ke A2 untuk mempertahankan kemagnetan pada coil.

    Mohon maaf atas ketidak mengertian saya sebelumnya. Atas kesalahan saya, maka saya akan coba memberikan urian Perjalanan arus dari rangkaian di atas.

    PADA SAAT TOMBOL KLAKSON BELUM DITEKAN
    Pada saat kunci kontak di ONkan, arus mengalir ke tombol klakson (Berhenti sampai disini). Selain itu arus juga mengalir ke terminal B4 (berhenti) dan ke terminal A5 (berhenti).

    PADA SAAT TOMBOL KLAKSON DITEKAN
    arus mengalir (menyeberang) ke tombol klakson -> Terminal B2 relay -> Coil relay -> Terminal B1 Relay -> Massa, akibatnya coil relay menjadi magnet dan menarik kontak B3 berhubungan dengan B4.
    Berhubungan B3 dengan B4 menyebabkan arus yang standby di terminal B4 menyeberang ke terminal B3 relay, yang selanjutnya diteruskan ke A3 (berhenti) dan ke terminal A2 -> Coil Kontaktor -> terminal A1 dan ke massa, akibatnya coil menjadi magnet dan menarik kontak “A3 lepas dari A4 dan berhubungan dengan A5″ serta menarik kontak “A6 lepas dari A8 dan berhubungan dgn A7″. Berhubungnya A5-A3 menjadi jembatan arus untuk mempertahankan kemagnetan pada coil kontaktor karena A5-A3-A2-Coil-A1-Massa. Kemagnetan pada coil kontaktor akan hilang dan kontak point pada kontaktor akan kembali ke semula jia kunci kontak dimatikan.

    Berhubungnya A6 dan A7 menyebabkan CDI mendapatkan ground yang benar yang sebelumnya dihubungkan dengan lampu netral.

    SEMOGA MEMBALAS KESALAHAN dan SEMOGA DAPAT DIMENGERTI.

  11. luqman Says:

    Rekan 0t0 ni aq mw brbgi pngalman jg. Tntu msh lintas pngaman mot0r. Metodenx jg g’ jauh beda dg yg d ataz.
    Cma ni aq nemuin gya bru.
    Simple ajach trz lbh ngrit bhan.

    Gni rekan 0t0.
    Lagsug ja pembhsan.
    Dari cdi trdpt kabal gr0und/massa yg aslinx mrupkan kbel menuju kunci k0ntak. Yg mana cra krjax bla kabelx trhbug dg msa mka mesin tdak akn hdup. Bgt jg sblikx bla kabel cdi yg mnuju k0ntak td d putuz mka mesin bsa hdup.

    Nah gni rekan 0t0. . . . .ehemm.
    Qta akalim ajach.
    Prtma qta siapkan kabel tmbhan+is0lasi+plat l0gam+lem+0skadon(bla pusing bca tulisan sy ni) mklum nilai bhs indo sy dpt 6 he he.

    Dan skema rancnganx adlah. CDI-HENDLE REM DPAN-LAMPU NEUTRAL. Rekan 0t0 g’ ush bngug za.. . .qta mulai dr cdi. P0t0ng kabel dr cdi yg mnju ke kunci k0ntak kemudian buat lah saklar dg 2 plat l0gam yg d smbug kabel. 1 plat d psag pd hendle rem dan yg 1 lg d psang pd pnahan remx. Klw blum jlaz/krag pham pk0kx cra krjax bila hendel rem d tkan! Maka akan memisahkan 2 plat trsbut. Sblikx bla keadaan netral(tdak d tkan hendle remx) mka k 2 plat trsbut akan brhubungan.
    Slanjutx hubugkan slah satu plat trsbt dg kabel cdi yg telah d putus td/kble k0ntak cdi.
    Kemudian p0t0ng kbal mssa dr lampu neutral(kabal yg menuju k saklar perseneling/gigi transmisi )pd sped0meter dan kabel msax d hbungkan ke plat yg k 2 pd hendle rem. Dan al hasil. . . . .

    Sepeda m0t0r akan bsa hdup bla hendle remx d tkan karena bla tdk d tkan kbel dr cdi akan trhbug 0leh massa yg melewati plat pd hendel rem dan melewati kbel masa lampu netral yg jg mnju saklar prsneling. Jd bla ingin meghdupkan m0t0r hrus dg cra menekan hendle rem trlbh dhulu kmudian m0t0r d starter dan jngan d lepas dulu hendle remx sblum masuk gigi prseneling. Stlah gigi prsneling rem udh bsa d lepaz dan m0t0r hidup. Karena mssa yg d hbugkan k saklar persnling sudah d putz saat prpindhan gigi. Prlu d prhtikan dlam pemasangan ushakan tdak ada kb0c0ran kabel yg menxentuh b0dy m0t0r.
    Untk keamanan lbh. Bsa jg mnambhkan saklar d antra kabel cdi td yg d hbugkan lagsug k massa. . . .
    Nah rekan2 0t0 dr sni dlu pnjlasan sya. Kurag dn lbh x m0h0n d mklumi qta smw kn tdk ada yg smpurna. Ttp bla kita mw brusha qt past akn d
    Bri kemudhan 0leh yg kuasa.
    Dr sya skian
    Salam kenal smw dn trimaksh m0ga brmanfaat.tu msh lintas pngaman mot0r. Metodenx jg g’ jauh beda dg yg d ataz.
    Cma ni aq nemuin gya bru.
    Simple ajach trz lbh ngrit bhan.

    Gni rekan 0t0.
    Lagsug ja pembhsan.
    Dari cdi trdpt kabal gr0und/massa yg aslinx mrupkan kbel menuju kunci k0ntak. Yg mana cra krjax bla kabelx trhbug dg msa mka mesin tdak akn hdup. Bgt jg sblikx bla kabel cdi yg mnuju k0ntak td d putuz mka mesin bsa hdup.

    Nah gni rekan 0t0. . . . .ehemm.
    Qta akalim ajach.
    Prtma qta siapkan kabel tmbhan+is0lasi+plat l0gam+lem+0skadon(bla pusing bca tulisan sy ni) mklum nilai bhs indo sy dpt 6 he he.

    Dan skema rancnganx adlah. CDI-HENDLE REM DPAN-LAMPU NEUTRAL. Rekan 0t0 g’ ush bngug za.. . .qta mulai dr cdi. P0t0ng kabel dr cdi yg mnju ke kunci k0ntak kemudian buat lah saklar dg 2 plat l0gam yg d smbug kabel. 1 plat d psag pd hendle rem dan yg 1 lg d psang pd pnahan remx. Klw blum jlaz/krag pham pk0kx cra krjax bila hendel rem d tkan! Maka akan memisahkan 2 plat trsbut. Sblikx bla keadaan netral(tdak d tkan hendle remx) mka k 2 plat trsbut akan brhubungan.
    Slanjutx hubugkan slah satu plat trsbt dg kabel cdi yg telah d putus td/kble k0ntak cdi.
    Kemudian

  12. EISCELL Says:

    maaf.. melihat skema ni terlihat menarik dan pantas dicoba TAPI ADA KESALAHAN yg cukup riskan karena MOTOR MENYALA dengan mengandalkan RELAY yang ON terus hal ini berbahaya karena relay bisa terbakar

  13. andy Says:

    Bisa di paxe buat motr matik gak,,,,,,,,?klo bisa…….! Bagaimana rangkai’annya,,,,,,,,,? Thx sebelumnya

  14. tazoe tea Says:

    cipdah tipsnya kan saya coba””””

  15. iwan Says:

    itu ada nunsur fisika gk???/

  16. Radi SchatZy Says:

    waduuuhhhh,,,, bisa boros aki jg bozz,,, karena pemakaian nya nonstop pake 2 relay,,,
    relaynya jg lumayan panas tuh,, kalo aktif truss…….

  17. n@suto Says:

    iya gan ….. otomatis kedua relay harus nyala terus, tidak menutup kemungkinan Relay akan panas jika pemakaian kendaraan berjam-jam……

  18. Dwi Yulianto Says:

    Relay DC 12v tidak akan panas jika pembebanan kecil seperti utk sepeda motor. walaupun nyala 2 x 24 jam continue. atau beli type relay yang bagus…minimal omron. lihat juga ampere relay…lebih besar amperenya lebih lama ketahanan nyala/ lifenya. Thks

  19. Andik Setiawan Says:

    Reley yang digunakan pada rangkaian tersebut menggunakan yang Kontak NO (Normally Open) atau Kontak NC (Normally Cloose). Maaf, kami awam dengan dunia elektronika. Salam kenal.

  20. Semar Yana Says:

    Intinya sih massa cdi atau tci(motor thunder 125)atau ecm (motor injeksi) di putus pake kontak NO relay atau pake saklar, biasa jg ga apa. Klo pake relay cukup 1 yg 8 kaki . mas dwi diatas betul,relay nya hrs bagus,OMRON yg made in japan,jgn yg bening,tp yg item skitar 15rebuan harganya., saya jg pernah pake relay otomotif hella yg asli 2biji. ok2 aja sampe skg.

  21. didi nuryadi Says:

    permisi mas?mau tanya ada ga kunci rahasia yang alarmnya aktif setelah motor maju beberapa langkah /entah itu d dorong atau d naiki?

  22. iksan Says:

    selamat siang pak.
    saya tertarik dengan skema di atas cuma ada sedikit ke bingungan saya di switch netral.
    yang mau saya tanyakan kita peroleh switch netral dari mana?
    kalo emang dari lampu indikator netral pada dashbord kendaraan apa ga papa kita ambil salah satu kabel lampu tsb.
    akan tetapi setelah saya cek kabel tsb bermuatan positif(+) dan negatif (-) tetapi negatif (-) tsb tidak berhubungan dengan massa body.
    kesimpulan yang menuju switch netral itu kemana?
    terima kasih.

    • Andik Setiawan Says:

      Saya beli sepeda motor vega ZR pada bulan mei 2013 dan saya pasang alat tersebut pada bulan Juli 2013 sampai dengan sekarang aman-aman saja. Dan saya sempat gagal dalam merangkai rangkaian tersebut 1x dan yang kedua kalinya alhamdulillah berhasil dengan sempurna. Saya menggunakan Reley 5 kaki dan Reley 8 Kaki serta Red Swich (Sensor Magnet; sebagai pengganti tombol klakson). Saya ambil negatifnya dari kabel negatif dari gigi 1 pada dasbord. Semoga jawaban ini dapat membantu Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: